Penyakit Ikan Lele dan Cara Mencegahnya

Apakah kamu menjalani bisnis beternak lele saat ini? Jika iya, maka dalam menjalani bisnis budidaya yang satu ini harus lebih hati-hati. Memang sih, ikan lele lebih tahan penyakit namun, tetap harus waspada dalam mempertimbangkan hama dan penyakit yang dapat menyerangnya. Pasalnya, penyakit tersebut dapat mempengaruhi produktivitas, nilai jual, sampai dapat menyebabkan kematian bila tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Lalu apa saja jenis penyakit ikan lele dan langkah apa yang bisa dilakukan untuk mencegah berbagai jenis penyakit ikan lele ini?

Predator

Predator merupakan salah satu hama yang dapat sangat menganggu Anda dalam beternak ikan lele. Usahakan jika mau beternak lele maka Anda harus membuat ukuran kolam yang lebih dalam dari normal, jika perlu Anda buat saja pembatas pada bagian tepi kolam dan pasang juga paranet untuk menghindari gangguan pemangsa predator seperti kucing, anjing, ular, musang, dan lain – lain.

Bintik Putih

Penyakit bintik putih pada ikan lele disebabkan oleh protozoa jenis Ichthyphyhirius multifillis. Secara umum, penyakit ini lebih spesifik menyerang benih ikan lele yang ditandai dengan timbulnya bintik – bintik putih pada pada permukaan tubuh dan insang. Tanda-tandanya muncul ketika Anda melihat ikan milik Anda mulai menggosok – gosokkan badannya pada dinding atau dasar kolam. Untuk pencegahan penyakit ini, Anda wajib mempertahankan suhu air pemeliharaan sekitar 280C.

Penyakit Gatal

Sesuai dengan namanya, penyakit yang satu ini disebabkan oleh jenis protozoa trichodina sp. Dengan gejala ikan lele terlihat lebih lemas, warnanya lebih kusam dan terlihat lebih sering menggosok – gosokkan tubuhnya di dinding atau permukaan kolam. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara mengatur, kepadatan saat ikan ditebar dengan tetap menjaga kualitas airnya.

Penyakit-penyakit di atas adalah, beberapa jenis penyakit yang biasa menyerang ikan lele yang disebabkan jamur, protozoa, bakteri dan virus. Selain itu, ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh kondisi lingkungan, seperti keracunan, penyakit kuning (Jaundice), dsb. Untuk penyakit yang ditimbulkan karena faktor lingkungan seperti air yang tercemar pestisida, atau akibat kimia industri lainnya, bisa diatasi dengan melakukan penggantian air kolam minimal sebanyak 20% setiap dua kali sehari.

Semoga bermanfaat.

Informasi lebih lanjut tentang produk-produk PT. Mutiaracahaya Plastindo, bisa didapatkan lewat menghubungi kami disini.

%d bloggers like this: